• *selamat datang di web kami*

    Pages

    PKKT di awal Puasa


    Oleh : Muhammad Badrushshalih

    Hari ini adalah hari pertama umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan sebuah kewajiban di bulan Ramadhan, shaum. Semalam kamipun melaksanakan shoat tarawih dan pagi sahur. Ini berdasarkan kesepakatan ulama Indonesia melalu menteri departemen agama yang telah melihat bulan dan menentukan shaun jatuh pada hari sabtu tanggal 22 Agustus 2009.
    Subhanalloh..gemintang di dini hari memberikan keindahan yang membuat diri takjub akan ciptaann-Nya ini. Memberikan warna sendiri dengan cahayanya yang sendu memberikan kerlingan genit menemaniku berjalan menuju MAFAZA. Sahur pertama dengan ikan mujaer yang diberikan Mba Silus. Gak enak banget kalo di kosan anak kos Cuma beberapa anak, tuan rumah selalu membuatkan makanan ataupun minuman yang pokoknya mereka mengerti banget kalo kami kesulitan untuk memperoleh keduanya. Karena kalau waktu liburan semua warung hampir tutup, sehingga kami (anak kos) yang biasa makan di warung jadi terlantar..he..he
    Ahamdulillah…jama’ah subuh yang mengejutkan. Tidak seperti biasanya. Jumlah yang cterbilang banyak dari biasanya. Terlebih lagi ada peserta Pesantren Ramadhan yang berlangsung mulai kemarin pagi.n mereka mengunap selama 3 hari di mafaza untuk mengikuti berbagai ragam kegiatan yang sudah dirancang panitia. Sore ini mereka menjual minuman iftor. Temenku, poeth, jadi sasaran pembeli minuman pembuka itu. Cap jempol deh buat adek yang bisa mengalahkan poeth sehingga membelinya.
    Pembekalan hari ini adalah 3 mata kuliah yang dibagi dari jam 7 sampai jam 11. Adapun mata kuliahnya terdiri dari keperawatan keluarga, keperawatan gerotik dan keperawatan komunitas. Kami dibagi menjadi tiga kelompok besar. Kelompok pertama merole play keperawatan keluar, kelompok 2 gerontik dan kelompok 3 komunitas.
    Jam 11pun lewat, karena pada pagi tadi anak-anak banyak yang telat masuk. Maklum, alasan klasik, shaum. Padahal dengan adanya Ramadhan ini, seharusnya menjadikan kita lebih hidup karena seharusnya Ramadhanlah hari-hari kita. Setiap detik diitung ibadah yang tak hingga. Aasan klasik lainnya ialah karena hari pertama. Dan MASALAH yang saya simpulkan, kebanyakan kita kesiangan saat bangun, karena sehabis subuh langsung tidur lagi. Harusnya mereka mendengarkan pesan Mbah Surip (Alm) “bangun tidur langsung lari pagi, supaya gak ngantuk”. Eh..ini malah tidur lagi…fuih..
    Suasana ramai setelah kuliah, tapatnya lagi setelah pak Arif mengklarifikasi semua yang belum jelas dari mahasiswa mengenai keprofesian, termasuk di dalamnya pembagian kelompok yang terasa gak adil antara proporsi cewek dan cowok. Namun akhirnya semua tetap mengikuti semua yang telah tertulis, karena ketakutan kelompok yang gak ada yang bisa diandalkan saja. Padahal profesi adlah waktunya show off, I’m a NURSE.

    0 Sahabat bersuara:

    Post a Comment

    Terima kasih atas kunjungannya