Perfek itu Sangat Perlu, tapi...

Apakah Anda Perfeksionis??
Ketika saya diminta untuk menulis mengenai perfeksionis, saya sendiri agak kesulitan kalo hanya bersumber pada pengalaman pribadi. Ahirmya saya coba share sama rekan-rekan di facebook saya. 
'Berbagi donk..mau tanya sama temen-temen, apa yang temen rasain ketika punya temen yg perfeksionis?'
Berbagai jawabanpun muncul, mulai ada yang mengatakan ada yang seneng sekalian repot, ada yang mengatakan puyeng, merasa risih, ada yang mengatakan merasa mereka adalah sosok yang menjadi penyemangat agar dapat perfect dalam segala hal bahkan ada yang mengatakan biasa saja, jangan ikut-ikutan.. cukup kenal saja... selalu inget No Body is Perfect, merasa enjoy bahkan ada yang mengatakan bikin gemes (kayak boneka aja ya bikin gemes, red). Seru juga ya pernyataan temen-temen saya ini. Sayapun dibuatnya ketawa melihat pendapat mereka. 
Hemm..sejatinya saya bukanlah sosok perfeksionis sejati, sehingga saya bisa sedikit lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai permasalahan yang saya hadapi. Jadi kalau ada yang kurang berkenan, diharapkan bisa memberikan tambahan ataupun masukannya ya..Karena saya berbeda dengan sosok perfeksionis sejati. 

Si perfeksionis sejati ...
Mereka yang suka mikir hal-hal sepele yang kadang gak penting bagi kebanyakan orang. Namanya juga perfeksionis, jadi segala sesuatunya harus perfect alias sempurna. Hal ini berlaku untuk banyak hal lho, mulai dari yang keren bin urgent yaitu mengenai harapan dan cita-citany hingga hal sepele (bagi kebanyakan orang). 
Mereka biasanya mantap banget sama yang namanya mengejar impiannya, baik cita-cita dia selama hidup ataupun tujuan-tujuan kecil (planning harian, karena biasanya perfeksionis ini gak mau waktu-waktunya berlalu begitu saja. Sehingga apapun yang akan dia capai, maka dia akan membuat berbagai planning A, planning B bahkan sampe planning Z..he..he..POKONYA HARAPANNYA HARUS KESAMPEAN). Mereka ini memiliki ambisi yang besar untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Termasuk di dalamnya berbagai harapan mendapatkan kenaikan jabatan, peringkat 1 di akademik, mendapatkan pasangan hidup, title akademik yang berjejer dia .
Karena saking sibuknya untuk mengejar harapannya itu, mereka ini membuang banyak waktu hanya berkutat pada satu masalah yang ada. Sehingga sebenarnya mereka menyita banyak waktu mereka untuk memikirkan masalah sendiri. Bayangkan saja, kalau mereka mendapat banyak permasalahan kecil-kecil yang mereka hadapi dalam keseharaian. Berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk menyelesaikannya. Hingga terkadang mereka ini lupa merawat diri lho, baik waktu makan mereka (sehingga biasanya mereka nampak kurus), waktu mandi (karena sok sibuk dengan hal sepele) bahkan karena sibuk dengan diri mereka sendiri, jarang memiliki teman dekat.
Sikap Depresi Sang Perfeksionis
Beberapa penelitian mengatakan mereka yang memiliki sikap perfeksionis sejati ini akan memiliki resiko tinggi terhadap berbagai penyakit. Hal yang utama adalah tingginya mereka terhadap sikap depresi. Sehingga dengan depresi (akibat gagalnya mencapai harapan ataupun karena terlalu banyak memikirkan hal-hal sepele)  mereka semakin rentan dengan penyakit jantung dan stroke. Wuih,,,keren ya penyakitnya, penyakit orang -orang nomer wahid neh..he..he..
Sosok perfeksionis sulit untuk mengontrol emosi mereka sendiri. Gimana enggak, setiap saat jantung mereka berdetak lebih cepat dikarenakan tingginya emosi mereka dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada. Nah, gimana kalo setiap apa yang dia lihat, dia dengar dan dia rasakan dari sekitarnya tidak sesuai dengan dirinya???Wah...mereka akan segera berteriak atau lari atau malah diam seribu bahasa memikirkan apa yang baru saja dialaminya seperti orang depresi.
Pokoe kalo jadi sosok perfeksionis yang gak terkontrol akan nyiksa diri deh. Cape hati, pikiran waktu dan tentunya kesehatan dia sendiri. So, beberapa hal yang harus dipertimbangkan dari sosok perfeksionis yaitu :

Hargailah perbedaan sekitar Anda dan komunikasikanlah
Menghargai perbedaan akan membuat Anda lebih bijak dalam menghadapi hal-hal berbeda dari diri Anda. Karena Anda tidak terlalu dipusingkan dengan perbedaan itu. Ketika memang menurut Anda itu salah, coba komunikasikan dengan baik (biasanya perfeksionis lebih mengedepankan emosi mereka melihat sesuatu yang berbeda dengan prinsip dia. Jantung dia menggebu-gebu, serasa beban (hal yang akan diutarakan) itu sangat besar, so latihan emosi ya...inget kasihan jantungmu kawan)

Wajah Perfeksionis terlihat Lebih
Tua dari Usia sesungguhnya
Kembangkan Potensi dan Fleksibel
Hemmm...kalo untuk mengembangkan potensi itu seh perfeksionis jagonya. Tapi, untuk fleksibel, ini nampaknya pelajaran baru bagi perfeksionis. So, belajar fleksibel dengan keadaan. Jangan melulu 'ceramah' harus gini, harus gitu. Lihat situasi dan kondisi.

Kau Cerdas, Namun Berbagilah
Sosok perfeksionis nampak lebih unggul bahkan terlihat lebih cerdas. Orang sekitar merekapun mengakui hal itu. Akan tetapi kesulitan dari mereka ini tidak mau berbagi untuk diskusi karena mereka sedikit terganggu untuk masalah komunikasi dalam membagikan ilmu mereka.

Percayalah, Mereka Mampu
Kekurangan mereka adalah sulit untuk percaya setiap tugas yang dikerjakan oleh rekan-rekannya. Setiap ada tugas bersama, mereka harus tau hasil tugas yang telah ia amanahkan terhadap rekannya. Sehingga kalau ada sedikitpun kesalahan yang ada, pasti tugas itu akan ia kerjakan sendiri. Demi jiwa perfecto dia. Karena mereka akan memiliki kepuasan tersendiri bisa tugas yang dikerjakan sempurna. Hingga kalau gak sempurna akan membuat mereka gak nyaman tidur malam.

Tersenyum dan Ketawalah
Melihat sosok perfeksionis terkadang kita salah menebak (dalam hal usia). Karena wajah mereka terlihat lebih tua dari usia sesungguhnya..he..he..karena mereka lebih banyak menggunakan otot-otot wajah mereka untuk memikirkan banyak hal sepele. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk berbicang dengan sahabat Anda atau orang sekitar Anda untuk berbincang mengenai hobi atau hal-hal unik yang mereka alami hingga membuat Anda lebih rileks. Jangan sibuk dengan dunia Anda sendiri, kayak orang autis.

Belajarlah Terbuka dan Merubah Mind Set Anda
Hal ini akan menjadi kunci Anda untuk dapat sedikit terbuka untuk melihat perbedaan di sekitar Anda. Ketika Anda menyadari bahwa di sekitar Anda tidak memiliki pola pikir yang sama dengan Anda, maka sewajarnya Anda membuka diri untuk melihat perbedaan itu dan mencoba merasakan dunia mereka untuk merefresh otak Anda.

Perfek itu Sangat Perlu, tapi Bersikap Fleksibel lebih Penting
Yupz, inilah kata kunci terakhir. Semoga Anda lebih merasa hidup dengan merubah mind set Anda. Rasakan perbedaannya. Salam Sukses..!!!

Post a Comment

0 Comments