• *selamat datang di web kami*

    Pages

    Muhammad Badrushshalih


    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    Orang tua (Drs.H.Wibiantara (Alm) dan Hj.Yoyoh Asiah Suhati) memberikan saya nama Muhammad Badrushshalih. Sebuah harapan mulia dari kedua orang tua terhadap diri saya. Muhammad berarti nama Nabi Akhir Zaman yang memiliki arti nama (Muhammad) baik dan Badrushshalih terdiri dari dua kalimat, yaitu badrun yang memiliki arti bulan purnama dan shalih yang berarti sholeh (baik). Tentunya harapan besar orang tua kepada saya adalah menjadi sosok yang dapat memberikan kenyamanan bagi orang di sekitar saya dan tak lepas untuk menjadi pribadi yang sholeh (insya Alloh). 
    Saya kelahiran Cirebon, 11 Agustus 1987 dan anak ketiga dari tiga bersaudara. Akrab dipanggil Badroe, Badrus, Dede (panggilan kesayangan keluarga), M (panggilan teman SMA) dan atau Ba (panggilan rekan-rekan semasa kuliah) juga Bidee. Kedua kakak saya bernama Ahmad Mauludin Shaumantoro (Maman) dan Muhammad Syahri Mauluddin (Didin).

    Memasuki SD diusia 6 tahun merupakan sesuatu yang tidak aneh bagi saya, karena di usia tersebut saya sudah dapat membaca dengan lancar. Hingga Ibu saya yang mengajar di SD menyekolahkan saya langsung di tempat beliau ngajar. Selama 6 tahun saya lalui di SD Negeri Sukasari Cirebon dilanjutkan 3 tahun di SMP Negeri 4 Cirebon dan tahun 2003 memasuki bangku SMA Negeri 7 Cirebon. Saat SMP tidak aktif di kegiatan manapun. berbeda ketika di SMA, saya yang memiliki badan mungil, terjun dalam kegiatan ekstrakulikuler Base ball (Satcheel Peace) dengan harapan saya bisa membentuk tubuh saya yang memang jarang olah raga. Selain itu saya juga gabung di kegiatan kerohanian Islam.

    Kuliah, masa perubahan diri
    Saat awal semester perkuliahan, bersama rekan-rekan menjadi pelopor pendirian BEM Keperawatan UNSOED dan dipilih menjadi Mentri Agama dalam kepengurusan BEM Keperawatan UNSOED tahun 2005. Jiwa ingin mandiri membuat saya lebih aktif dalam kegiatan organisasi. Masjid Fatimatuzzara menjadi tempat saya menempa diri menjadi pribadi yang saya harapkan. Di sini Alloh memberikan banyak pelajaran hidup. Melalui masjid ini pikiran saya mengenai Islam, agama yang semenjak lahir saya anut mulai terbuka. Banyak hal yang saya dapatkan di sini. Ilmu, pengalaman organisasi dan tentunya saudara seiman yang saling menguatkan.

    Melalui masjid inilah saya belajar menejemen perpustakaan dimana saya menjadi salah satu pengurus bagian sirkulasi yang mengurusi pengadaan buku dan juga menejemen perpustakaan yang menjadi inti dari kegiatan perpustakaan itu sendiri. Alasan saya bergabung dalam perpustakaan karena saya suka membaca (sejak SMP) hingga suatu hari saya harus memiliki perpustakaan pribadi. Melalui masjid ini pula penempaan saya untuk lebih aktif sangat terlihat jelas, karena masjid ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. Hingga saya tergabung dalam Unit Pemakmuran Masjid Radio Mafaza FM. Awalnya saya diberikan amanah untuk mengisi program tausyiah 20 menit, karena bawaan pribadi saya yang pendiam. Beberapa lama kemudian saya menjalar menjadi penyiar radio di beberapa program seperti program request nasyid, TOP Request bahkan Mafaza Keluarga Sakinah serta semua program siaran sudah pernah untuk dibawakan. Sampai akhirnya menjadi programmer.

    Pasca kepengurusan BEM, dan masih aktif sebagai pengurus di mafaza, saya ditunjuk untuk mendirikan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di kampus, unit kerohanian Islam. Mengingat fakultas lainnya sudah berdiri unit kerohania Islam (UKI). Sayapun kembali menjadi founding father bersama rekan-rekan lainnya untuk mendirikan Medis Dinul Islam (MEDIS) Keperawatan pada tahun 2007. Saya ditunjuk menjadi ketua pertama organsasi  kerohanian Islam di kampus ini.

    Berbagai pertemuan kegiatan MEDIS ataupun selama menjabat sebagai Mentri Agama tak terelakkan untuk senantiasa silaturahim dengan aktivis muslim lainnya tingkat universitas. Di sinilah saya semakin merasakan indahnya Islam. Sebuah ukhuwah (Persaudaraan Islam) yang sangat erat. Rekan-rekan yang sangat memegang teguh Islam dalam keseharian membuat saya semakin penasaran dan banyak belajar mengenai Islam. Terlebih satu tahun kemudian saya masih dipilih menjadi bagian keluarga Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNSOED. Sebuah UKM tingkat universitas. Saya dipilih dalam staf Isu dan Keumatan  Pusat Komunikasi Daerah (Iskum PuskomdaPurwokerto selama satu tahun.

    Perjalanan kuliah selama 4 tahun dilalui dengan penuh aktivitas. Tidak hanya menjadi mahasiswa biasa. Karena saya saat masuk kuliah bertekad untuk menjadi pribadi yang tidak hanya kuliah, tetapi menjadi pribadi yang lebih luas. Masa kuliah adalah masa saya banyak belajar mengenai hidup. Berbagai kegiatan saya ikuti hingga akhirnya sebuah Beasiswa Unggulan Mahasiswa untuk aktivis saya peroleh. Sebuah beasiswa yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) bersama 19 rekan-rekan mahasiswa satu universitas. Malaysia dan Thailand menjadi sebuah hadiah bagi saya mengakhiri perkuliahan selama 4 tahun menjadi mahasiswa hingga gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep.)pun disandang.

    Satu tahun profesi Ners menjadi sebuah pengalaman baru bagi saya untuk lebih akrab bersama 24 mahasiswa keperawatan. Sebuah fase yang merubah diri untuk lebih cair dengan mereka karena saya tidak ingin melewatkan waktu terakhir masa kuliah bersama mereka terlewat begitu saja. Selama satu semester bersama 24 mahasiswa, mereka memberikan amanah kepada saya untuk menjadi ketua mereka. Pelajaran banyak saya peroleh di sini hingga nerspun disandangkn dinama pemberian kedua orang tuaku.

    Selepas kuliah berakhir, mencoba meniti karir sebagai abdi negara di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Setahun bekerja, kemudian menggenapkan dien bersama Siti Misaroh. Kini kami telah dikaruniai putra dan diberi nama Muhammad Aqila Faeyza Rezvan (Generasi Muhammad yang cerdas dan pecinta ilmu yang sukses) dan seorang putri cantik bernama Fazia Zhafira ( Wanita yang sukses dan beruntung).

    Bekerja sebagai seorang perawat dengan area bedah jantung menjadi tantangan tersendairi bagi saya. Terlebih tergabung dalam bedah jantung dan saya menjadi seorang perfusionis. Banyak hal baru yang didapatkan di area kekhususan. Alhamdulillah, dipertemukan dengan orang-orang luar biasa.

    Menulis merupakan sesuatu yang sangat saya sukai hingga beberapa tulisanpun hadir di dunia maya. Beberapa blog saya Blog MantriNurse ZoneIslam ZoneNurse Blog, Kardiovaskuler Nurse hadir menemani Anda sebagai bekal saya menuju alam abadi dan sebagai aktualisasi saya dalam dunia tulis menulis.

    Harapan dan cita-cita untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi sekitar merupakan sesuatu yang tertanam dalam diri saya. Karena hidup di dunia hanya sekali, maka memberikan yang terbaik bagi sekitar adalah sesuatu yang HARUS DILAKUKAN.