• *selamat datang di web kami*

    Pages

    Nikah Bulan Depan, Mau?: Siapkan Dirimu!!!


    Dengan kondisi yang belum bekerja, mengambil keputusan untuk menikah adalah sesuatu yang sangat berani. Itu yang ada dalam benak saya. Saya acungkan dua jempol untuk sahabat-sahabat dan rekan-rekan saya selama kuliah yang sudah menikah. Hal itupun menjadi salah satu dari sekian banyak hal yang menguatkan dan mematangkan diri untuk menikah. Ya, kenapa saya mengatakan mematangkan diri untuk menikah?Hal inilah yang memberikan kontribusi terbesar untuk melangkah. Keyakinan bahwa dengan menikah, bukan menghentikan kebiasaan baik kita selama ini, bukan pula menghambat karier, ataupun mengurangi porsi Anda untuk membantu keluarga Anda dan dapat memacu Anda untuk dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga baru Anda.
    Banyak cara untuk memicu diri kita semakin yakin dan siap dalam menentukan sikap untuk segera menikah, diantaranya ialah mematangkan planning, mencoba mencari informasi/pendapat dari orang terdekat mengenai proses pernikahannya, mematangkan diri dengan ilmu (buku, internet, orang yang lebih paham seperti ustadz atau orang yang Anda merasa nyaman untuk diajak berbagi).
    Hal yang penting sekali dipikirkan adalah mengenai rencana pernikahan itu sendiri. Kapan rencananya menikah. Tahun inikah, tahun depan, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi atau.. bagaimana konspenya, prosesnya, keuangannya, wali, siapa yang akan menghadiri, berkas dan banyak hal lainnya yang perlu disiapkan. Atau mulai sekarang coba buatkan saja apa yang ada dalam pikiran Anda mengenai pernikahan Anda. Pasti akan banyak pertanyaan mulcul. Jangan khawatir, dengan pertanyaan itu menjadikan Anda semakin matang membuat konsep pernikahan.
    Kalau masih bingung bagaimana konsep pernikahan nanti, salah satu cara yang saya lakukan adalah senantiasa menghadiri undangan pernikahan rekan-rekan semenjak kuliah. Dari sana akan banyak wawasan baru dengan konsep matang dari rekan-rekan yang sudah lebih mantap menentukan pilihan untuk segera menikah. Akan muncul berbagai pertanyaan, kenapa si A konsepnya seperti ini berbeda dengan si B dan banyak hal lainnya, selain mencoba menghayati acara sakral akad nikah yang dijadikan perjanjian agung oleh Alloh.
    Setelah mendapatkan beberapa konsep dari rekan-rekan yang ada, hal yang saya lakukan untuk memantapkan hati dan mencari informasi mengenai pernikahan adalah menggali cerita dari rekan kerja dengan proses pernikahannya. Dari sana saya banyak mendapatkan hal-hal unik dan membuat saya semakin yakin untuk melangkah, menikah.
    Beberapa hal yang  saya dapatkan dari rekan kerja (semoga bisa membuat Anda semakin yakin segera untuk menikah) diantaranya :
    Rekan 1 : beliau memiliki teman main dalam sebuah grup. Teman tempat suka dan duka, tempat berbagi dan tempat jalan bareng. Dalam grup itu, hanya dia dan rekannya yang belum nikah, padahal usia beliau sudah cukup untuk menikah, bahkan dapat dikatakan kelewatan dari usia seharusnya menikah. Karena beliau merasa happy aja kumpul bareng temen-temen, sampe lupa kalau ada masanya untuk berpisah dengan mereka dan saatnya untuk menikah. Karena merasa dirinya dan rekan satunya saja yang belum menikah, belai katakan 'ya sudahlah, menikah saja' di usianya yang saat itu menginjak kepala 3. Beliau mengatakan usia 30 tahun itu cukup lama untuk mengambil keputusan untuk menikah. Dan beliau katakan nyesel kenapa gak dari dulu.
    Rekan 2 : Beliau mengatakan bahwa menikah itu sebuah pilihan dan keyakinan. Karena beliau saat itu memang belum mau menikah, namun orang tua merasa dirinya sudah siap untuk menikah. Karena itu, akhirnya beliau mengatakan untuk dicarikan calonnya. Alhasil beliau menikahlah dengan pilihan orang tuanya. Tak ada cinta saat itu. Namun, hal yang diperlukan adalah tanggung jawab setelah menikah. Berani menikahi, maka siap untuk tanggung jawab paska pernikahan. Cinta itu dapat dibangun dalam kehidupan paska pernikahan. Alasan orang-orang yang pacaran, sebelum menikah harus tau seluk beluk (kenal pasangan dengan cara pacaran), itu adalah sesuatu yang bohong belaka. Sampai usia pernikahan kapanpun, masing-masing individu memiliki banyak cerita kehidupan yang tak semudah membalikkan telapak tangan bila kau menginginkan. terlebih hanya dengan pacaran yang beberapa tahun. Pastinya, selama pacaranpun banyak hal yang ditutup-tutupi. Ditunjukkan hal-hal yang manis-manis selama pacaran. Untuk lebih dalam pembahasan mengenai tahapan mengenal calon, insya Alloh akan saya share di sesi lain.