• *selamat datang di web kami*

    Pages

    Aktivitasku Sayang


    Oleh : Muhammad Badrushshalih

    Masih meneruskan perjalananku dalam menempuh profesi Ners. Sebelumnya saya sudah mencoba bercerita mengenai semangatku untuk menempuh profesi. Semangat yang tiada akan pernah pupus harapku. Ya, perjalanan setahun yang tentunya akan memberikan berbagai pelajaran hidup baru bagiku.
    Semangat yang menggebu adalah sebuah modal besar yang harus senantiasa dijaga selama profesi. Tentunya hal ini dikarenakan banyak godaan dan cobaan. Teringat saat awal profesi, stase dasar bagi kami yakni kebutuhan dasar manusia (KDM). Seorang teman kami belum dapat beradaptasi dengan berbagai aktivitas profesi. Ya, aktivitas sebagai perawat tentunya. Perawat yang mencoba senantiasa meningkatkan pengetahuannya dengan diimbangi tugas-tugas akademik hingga setiap pekan dikejar deadline. Deadline mengerjakan laporan. Beberapa aktivitas kami selama profesi yaitu :
    1. Nyari masalah
    Setiap awal pekan, kami belajar mengenai satu kasus pasien kelolaan. Kasus ini diharapkan setiap pekannya berbeda. Karena kasus inilah media pembelajaran kami. Masalah yang diangkat tentunya masalah keperawatan pasien. Sehari sebelum ke ruangan barum kami sudah mencoba mencari kasus pasien yang akan diambil. Kalau temen-temen ada yang bilang (bahkan dosenpun ada yang bilang), karena masih belajar jadi cari kasusnya jangan yang susah-susah. Hemmm....mm. Dalam pikiran saya yang ada malahan menerapkan mubadzir (sia-sia) kalau biaya kuliah profesi yang mahal ini hanya mendapatkan kasus yang biasa-biasa saja. Makannya, selama profesi ini saya malah mencoba mencari kasus aneh yang membuat saya penasaran. Gak terlalu mengejar nilai, karena saya sadar bahwa ketika kita mengejar nilai, maka dalam pikiran kita yang ada hanyalah mendapatkan nilai itu, tanpa berfikir bagaimana kita bisa mendapatkan ilmu lebih banyak dan lebih parahnya lagi berusaha mendapatkan nilai itu dengan berbagai cara. Naudzubillah min dzalik (Aku berlindung kepada Alloh dari (keburukan) itu)
    Nilai (IPK, indeks prestasi kumulatif) hanyalah efek samping dari usaha keras kita untuk memahami semua kasus yang ada.. Jadi dengan merubah pola pikir kita, maka akan merubah kita dalam bersikap. Karena kita masih ada hari esok yang menunggu akan keterampilan dan ilmu kita, bukan hanya dengan IPK yang tinggi.

    2. Laporan Awal
    Setelah kami mendapatkan kasus kelolaan, maka esok harinya harus sudah memiliki laporan awal. laporan awal ini kami biasa menyebutnya dengan laporan pendahuluan (LP). LP dibuat setiap awal memasuki ruangan di awal pekan.  Laporan ini sebenarnya merupakan patokan dasar untuk memberikan asuhan keperawatan (askep) pasien kelolaan. Semua data mengenai pasien kelolaan diharapkan kita dpat memahaminya. Sehingga saat responsi/pretest (test awal) kita dapat memahami lebih banyak mengenai kasus yang diambil.

    4. Pre dan Post Test 
    Test ini berupa ujian lisan oleh pembimbing klinik (Clinical Instructure/CI). LP yang dibuat akan diperiksa sekalian ditanya berbagai hal mengenai kasus kelolaan. Agar askep yang diberikanpun akan sesuai dengan teori yang seharusnya. Belajar berdasarkan ilmu. Itulah yang diharapkan. Bukan sekedar kebiasaan sehari-hari. Hal ini ternyata membuat saya terbawa aktivitas harian yang dikarenakan kebiasaan..Ha..ha...Namanya juga manusia, terkadang malas untuk mencari tahu apa yang seharusya dilakukan.
    Post test berupa ujian lisan askep selama minimal 3 hari mengelola pasien kelolaan. Kalau tidak mendapatkan kasus yang berbeda dengan sebelumnya, maka diperbolehkan mencari kasus di ruangan lain (dengan seijin CI  dan kepala ruangan tentunya)

    5. Seminar Askep dan Jurnal
    Kami biasanya diberikan tugas kelompok berupa mengelola pasien sekelompok dan dibuatkan askep bersama kemudian diseminarkan dan juga mencaru jurnal keperawatan yang diharapkan dapat diterapkan di ruangan yang bersangkutan.

    6. Aktivitas Mengelola Pasien
    Hal ini terkadang membuat saya khususnya sulit untuk fokus mengelola pasien kelolaan. Karena selama di ruangan terkadang menjadi babu yang lupa memberikan askep yang holistik. Namanya kan kami sedang belajar, maka seharusnya diberikan kesempatan lebih untuk mengenal kasus kelolaan dengan optimal sehingga apapun mengenai pasien, maka akan lebih mantap mengetahuinya.


    0 Sahabat bersuara:

    Post a Comment

    Terima kasih atas kunjungannya